Jumat, 20 Februari 2015

Yang Tak Pernah Kecewakanku #22


Andai suatu hari ada yang menanyaiku, "Siapa yang tidak pernah mengecewakanmu?" tentu aku akan menyebut namamu. Bagaimana tidak, setiap kali aku merasa dikecewakan dunia, kau selalu mengangkat semangatku, membuatku takjub dengan kejutan lain yang kau beri. Kau tidak pernah ingkar janji; salah satu dari sekian banyak alasan mengapa kau tidak pernah membuatku kecewa. Kau sangat mengenalku untuk tahu bahwa kata kecewa itu sendiri dapat mengecewakanku. Sebab itulah kau tidak pernah membuatku teringat oleh kata itu.

Kau selalu tahu apa yang kumau. Suatu ketika sebuah band favorit dijadwalkan untuk tampil di kotaku. Kau bisa lihat luapan semangat saat aku menunggu detik-detik bertemu idola. Walau aku tak pernah membicarakan harapanku saat bertemu sang idola denganmu, kau tahu pasti apa yang kuinginkan. Dengan segala usaha yang kulakukan, kau menyemangatiku. Mendorongku untuk menggapai harapan-harapan yang kugantungkan. Ketika keadaan terlihat tidak membantuku untuk mencapai semua ingin, kau dengan tanpa basa-basi memberiku bantuan. Tiada lelah kau menolongku hingga harapan-harapan kugapai. Kau tentu masih ingat, betapa gembiranya aku saat itu hingga berteriak kencang; kegirangan. Kau hanya tertawa melihat tingkahku. Lalu kuhampiri kau seraya lontarkan ratusan syukur dan terima kasih untukmu. Lagi lagi, kau tidak mengecewakanku. Atau lebih tepatnya, tak ingin melihatku kecewa.

Banyak hal yang telah kita lalui. Hal-hal seperti malam di mana aku menantikan penampilan 5 Seconds of Summer di sebuah acara televisi. Kau tentu tahu kalau aku tak akan melewatkan apapun yang berkaitan dengannya. Namun tiba-tiba saja hujan datang. Angin kencang yang menyertai membuat antena televisi tidak dapat menangkap sinyal elektromagnetik dengan baik. Jadilah, semut-semut mengerubungi layar diiringi dengan suara mendesis yang amat mengganggu pandangan. Aku kesal, tapi masih tak henti membumbungkan harap agar hujan segera reda. Atau setidaknya, ia tak mengganggu keasyikanku memandangi 5SOS nantinya.
Dan, sekali lagi, kau tidak mengecewakanku. Tepat beberapa menit sebelum band asal Australia itu tampil, layar televisi kembali normal. Kembali menampilkan gambar dan suara yang jelas. Sejelas rasa cintaku padamu. Pada kau yang tak pernah ingin melihatku kecewa.

Kau tahu, dalam menjalani hidup, aku tak ingin ambil pusing ketika beberapa teman, kerabat, atau bahkan keluarga membuatku bersedih. Membuatku mengingat kata kecewa. Namun kau juga tahu kan, aku hanyalah manusia biasa. Tempatnya salah dan lupa. Tak mudah bagiku untuk tak mempedulikan kekecewaan yang terasa. Tapi kemudian aku teringat ucapanku sendiri: manusia memang tempatnya salah dan lupa.

Manusia akan selalu mengecewakan, tapi Tuhan tidak.

Untuk segala kebahagiaan lahir dan batin yang kau beri, aku berterima kasih. Kau tak pernah pamrih padaku. Walau aku masih teramat sering mengecewakanmu, tak pernah sekalipun kau balas aku. Kau justru membalasku dengan tumpukan kegembiraan yang kau beri secara percuma; yang terkadang lupa kusyukuri. Maaf jika selama ini aku bersikap angkuh dan lalai akan semua kewajiban. Terima kasih karena tidak pernah mengecewakanku, Tuhan. Terima kasih.




Pasuruan, 20 Februari 2015.
Dari yang tak lepas dari salah dan lupa.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar