Selasa, 17 Februari 2015

Perasaan Apa Ini? #19


Aku pernah mendengar frasa, "Kau tak bisa kehilangan apa yang tak pernah kau miliki."
Secara logika, kalimat itu benar. Masuk akal. Namun, entahlah. Apa yang terjadi padaku seolah menepis seluruh kebenaran yang terkandung di dalamnya. Aku alami sesuatu yang, terasa seperti kehilangan, saat aku tak lagi rasakan hadirmu dalam hari-hariku.

Coba beritahu aku.
Apa kata yang pas untuk menggambarkan sesak dalam dada saat aku tak lagi dapat menjangkaumu, bahkan melalui sederet baris pesan singkat?
Apa kata yang pas untuk menggambarkan hampa yang terasa saat namamu tak lagi meramaikan ponselku?
Apa kata yang pas untuk menggambarkan sepi yang kerap kali menemani saat aku, sengaja maupun tidak, membawamu dalam pikiranku?
Apa kata yang pas untuk perasaan yang lambat laun membunuhku dengan cekat di tenggorokan, yang memaksaku untuk menarik nafas dalam-dalam, kemudian menghembuskannya perlahan dengan segala kericuhan yang ada dalam pikiran?

Aku tak tahu persis ini apa, tapi aku pikirkan satu kata yang pas untuk ini semua: aku merasa kehilanganmu.

Mungkin mereka pikir aku tak pernah memilikimu. Mungkin juga kau memikirkan hal yang sama. Tapi kalian salah besar. Aku pernah memilikimu, dan masih memilikimu, di dalam hatiku. Itu kau yang dengan sendirinya memutuskan untuk beranjak pergi meninggalkan lubang besar dalam dada; menghilang. Kalau aku beri penjelasan seperti ini, apakah kau setuju dengan anggapanku bahwa aku merasa kehilanganmu?

Aku memang tak pernah miliki ragamu. Tapi bagiku, perasaan kehilangan ini nyata adanya.



Pasuruan, 17 Februari 2015.
Dari seorang yang bersikeras (pernah) memilikimu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar