Sabtu, 08 Februari 2014

Singkat Saja #8


Selamat malam.
Surat yang ini, untuk kamu.
Kita sudah lama tak bersua. Hanya mampu bertukar cerita melalui sambungan interlokal. Telepon memang sedikit mengobati rasa rindu, namun perasaan lega dan gembiranya tak sama dengan jika kau dan aku saling bertatap mata - membuka telinga untuk kisah-kisah; mendengar riang suaramu dan aku: kita.

Aku bisa saja memandang wajahmu melalui video call, tapi aku lebih memilih untuk melihatmu secara langsung, walau memang butuh kesabaran lebih untuk itu. Tidak apa-apa, mendengar suaramu saja sudah lebih dari cukup.



Pasuruan, 8 Februari 2014.
Untuk Ario,
dari orang yang kau sebut masa depan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar