Minggu, 18 November 2012

#5. Harusnya Engkau

Halo.

Malam ini, seseorang mengajakku menghabiskan Sabtu malam dengan menonton film. Aku mengiyakan ajakannya, walaupun yang kuharap mengajakku adalah kau.

Sebelum aku benar-benar memutuskan untuk pergi, aku berharap kau mengirimkan pesan singkatmu padaku dan berkata, "Aku kangen, kita main yuk?" yang secara otomatis akan membuatku membatalkan ajakannya.
Namun ternyata, tidak ada pesanmu.
Hingga akhirnya seseorang itu mendatangi rumah dan meminta ijin kedua orang tuaku untuk meminjamkan aku selama beberapa jam. Awalnya, mama dan papa sedikit curiga dan menanyakanmu. Ya, mereka bertanya tentangmu. Papa bilang mengapa bukan kau yang mengajakku habiskan malam? Mama bilang apa kau sudah tau aku akan menghabiskan malam bersamanya?
Aku hanya bisa tersenyum dan berkata, "Dia sibuk, pa. Dia juga sudah tau, ma."
Walaupun entah kau benar sibuk atau tidak. Tapi beberapa saat lalu, aku tau ternyata kau juga habiskan malam dengan teman-teman satu bandmu tadi malam.

Aku terpaksa membohongi mama dan papa, juga perasaanku sendiri.

Tapi, saat aku sampai dengan selamat di rumah dan membuka ponselku..
Ternyata ada pesan darimu yang, sungguh ku sesalkan.
Mengapa tak kau kirim pesan itu lebih awal?
Jika saja kau kirimkan ia lebih awal, aku pasti akan berusaha mengundangmu ke rumah dan membatalkan ajakan seseorang itu. Hanya jika kau mau bertemu dengan aku.

Harusnya aku habiskan malam ini denganmu, bukan dengannya.


Tertanda,
Aku.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar