Senin, 22 April 2013

#23. Menetes (lagi)

Halo.

Aku terlalu sensitif terhadap lagu akhir-akhir ini. Bagaimana tidak, hari ini, sebuah lagu yang tanpa sengaja terputar dalam playlist komputer lab pun dapat membuatku basahi pipi untuk lima belas menit yang sangat lama.

Tapi masih saja aku sembunyikan rasa rindu ini dari orang-orang di sekitarku. Teman-temanku, sahabatku, bahkan kau, orang yang menjadi alasan mengapa kuteteskan air mata. Semakin aku tutupi semuanya, semakin dadaku terasa sesak, karena tak seorang pun tahu tentang perasaanku yang sesungguhnya untuk setengah tahun yang kosong tanpa hadirmu.

Sepertinya aku merindukanmu.
Sepertinya aku memang sudah tak sanggup jalani kepura-puraan ini lagi.
Sepertinya sudah tiba waktuku untuk katakan bahwa aku masih sangat menyayangimu.
Sepertinya sudah saatnya untukku percayai kau kembali.
Sepertinya sudah saatnya untukku berikan kesempatan yang, entah kedua entah keberapa, untukmu.
Sepertinya aku dan kau sudah harus menjadi kita lagi.

Melewatkanmu di lembaran hariku..
Selalu terhenti di batas senyumanmu
Walau berakhir cinta kita berdua
Hati ini tak ingin dan selalu berdusta..
Melupakanmu takkan mudah bagiku
Selalu kucoba namun aku tak mampu
Membuang semua kisah yang telah berlalu
Di sudut relung hatiku yang membisu,
ku merindukanmu..
Harusnya ku telah melewatkanmu
Menghapuskanmu dari dalam benakku
Namun ternyata sulit bagiku
Merelakanmu pergi dari hatiku..
Selalu ingin dekap tubuhmu
Namun aku tak bisa, karena kau telah bahagia..



Tertanda,
Aku.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar